BMKG Lakukan Penguatan Kapisitas Dalam Mitigasi Bencana Gempabumi dan Tsunami di Aceh Barat

BMKG Lakukan Penguatan Kapisitas Dalam Mitigasi Bencana Gempabumi dan Tsunami di Aceh Barat

Meulaboh : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendukung upaya tindakan mengurangi dampak bencana atau mitigasi bencana yang dilakukan dalam bentuk Gladi Ruang IOWave 18 yang di pusatkan di gedung Bapeda Aceh Barat melibat  para Guru, BPBD, TNI, Polri, dan organisasi  kemasyarakatan.

“Wilayah kita  sangat  besar dengan lautan tentunya  sangat rawan dengan resiko bencana tsunami, maka sangat penting bagi kita untuk mendapatkan ilmu mitigasi bencana, kesiapsiagaan sangat penting  selain fasilitas yang telah ada  seperti Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Ina TEWS)” kata kepala  Bidang Mitigasi  Gempa Dan Tsunami  BMKG Pusat, Tiar Prasetia kepada  RRI  di Meulaboh, Selasa (28/08/2018).

Dengan  adanya infomasi dan pemahaman  yang benar  maka masyarakat  dan  pemerintah tahu melakukan langkah yang tepat  untuk mengurangi resiko  kebencanaan sesuai  dengan peran masing – masing.

“Standar  oprasional harus  selalu  kita koreksi  dan kita perbaiki agar  saat terjadi benacana kita tahu melakukan langkah penyelamatan dan arah evakuasi, karena  bencana  bisa saja terjadi kapan  saja, seperti saat jam belajar terjadi gempa, peran guru sangat  besar  dalam  evakusi  siswa, pendidikan  mitigasi ini  harus kita sampaikan kepada  mereka.” Tegasnya.

Sementara  itu  terkait  sistem pengamatan  Gempabumi  dan Tsunami BMKG telah memasang  peralatan Seismometer yang saat ini di Indonesia telah terpasang sebanyak  164 titik berfungsi sebagai  pusat  infomasi   gempabumi  dan peringatan  dini Tsunami yang mengirim data  gempa  melalui satelit.

“Untuk Alat  sirene Tsunami  wilayah Sumatera dan Aceh  sudah memenuhi  standar  karena  peringatan  tsunami  untuk infomasi evakusi juga dibantu diinfomasi  melalui  media yang bereperan  aktif saat  bencana terjadi di wilayah Indonesia”tuturnya.  

Sebagai alat pengamatan BMKG juga telah memasang 9 buah CCTV online untuk  memantau   pergerakan tsunami jika sewaktu waktu  terjadi serta  untuk keperluan penelitian tsunami, alat dipasang kawasan pantau  kuta, pantai Sanur, Seminyak, pantai tanjung  Benoa (bali), Lamawe , Labuan , pantai bantul,  Korong  Campongo (Sumbar) dan pantai  Jaya Pura (papua) CCTV  tersebut secara online  bisa mengerimkan gambar  kekantor pusat  peringatan   dini  tsunami di Jakarta.

#iowave18  #iotictsunami

(sumber : RRI, Link Terkait : http://rri.co.id/meulaboh/post/berita/565721/daerah/bmkg_lakukan_penguatan_kapisitas_dalam_mitigasi_bencana_gempabumi_dan_tsunami_di_aceh_barat.html 

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pastigana

Post Terkait

Tinggalkan Komentar