Deputi Pencegahan BNPB : Kota Pariaman, Sumbar Ditunjuk Sebagai Pusat Kegiatan HKB 26 April 2020.

Deputi Pencegahan BNPB : Kota Pariaman, Sumbar Ditunjuk Sebagai Pusat Kegiatan HKB 26 April 2020.

PADANG - Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, memberikan apresiasi terhadap penanggulangan bencana secara luar biasa, yang dilaksanakan secara bersama dan kerjasama antar daerah cukup bagus dilaksanakan secara dini. 

Demikian disampaikan Deputi PK Lilik Kurniawan saat melakukan pertemuan bersama Kalaksa BPBD se Sumatera Barat, Rabu (26/2) di BPBD Provinsi Sumatera Barat di Padang. 

Kerjasama antar wilayah, antar daerah perlu kerjasama. Bila ada bencana dari daerah lain, kita harus membantu tetangga yang terdampak bencana. 

Perlunya kesiapsiagan terkait dengan persoalan ekonomi dan masalah sosial merupakan hal pokok yang perlu mendapat perhatian bersama, kata Lilik. 

Banyak soal yang terlibat di BPBD, soal diperlukannya izin pembukaan lahan, perizinan semuanya ada dampaknya pada BPBD. 

Kita sadari itu dalam Undang-Undang No.34 tahun 2007 tentang analisis risiko bencana. Terkait dengan perizinan, BPBD harus menganalis dalam pemberian izin buka lahan. Kita harus sampaikan dampaknya ke BPBD, satuhal yang perlu dibuat bersama antar OPD. 

Dikatakan Lilik, masalah tata ruang adalah sebagai panglimanya pencehahan, dimana bila tata ruang yang baik akan sampai 80% untuk mencegah kebencanaan. Untuk itu BPBD harus bersuara, dalam segi tata ruang. 

Mengutip arahan Presiden saat rakord kebencanaan dimana setiap daerah harus membuat rencana kontigensi. Mohon segera disusun, berapa ancaman bencana yang ada didaerah masing-masing. 

Lakukan simulasi terhadap kontigensi yang bernasis.nagari atau desa. Hal ini terkait konsep desa tanggunh bencana. Kepala desa atau wagari harus mendorong kepala desa/ nagari agar masyarakat mengetahui tempat evakuasi dan titik kumpulnya. 

Pada kesempatan itu juga dksebutkan pelaksanaan. Hari Kesiapsiagaan Bencana nasional. Akan dipusatkan di Kota Pariaman, dan pastikan masyarakat yang tinggal.didaerah rawan bencana, betul-betul merasakan. 

Yang bisa menolong mereka adalah diri mereka sendiri. Keluarga tetangga juga bisa membantu menjelang kehadiran BPBD sedangkan BPBD itu sendiri hanya bisa memfasilitasi, mengkoordinasikan tentang kesediaan alat-alat yang dibutuhkan. 

Melalui dana desa sekarang ini diharapkan, masing-masing nagari dan desa agar mampu membuat peta rawan bencana. Tentukan lokasi evakuasi dan titik kumpul yang disepakati bersama. Lakukan simulasi evakuasi mandiri setiap saat. Pastikan warga yang berada di rawan bencana bisa cepat bergerak dari tempat rawan ketempat yang lebih aman. 

Deputi PK Lilik juga menyampaikan pelaksanaan Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2020, Sumbar ditunjuk sebagai pusat kegiatan yang tepatnya di Kota Pariaman, yang berlangsung tanggal 26 April mendatang. 

Pada kesempatan itu juga disampaikan pelaksanaan bulan PRB di Ambon Maluku,  dengan konsep daerah punya aksi, daerah yang bicara saat bulan pengurangan risiko bencana. Demikian disarankan Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Lilik yang hadir bersama Edison selaku tenaga ahli kebencanaan. ( Yunaidi. S / Y2 )

(sumber, kiriman via email dari : Yunaidi.S/Padang)

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pusdalops BNPB

Post Terkait

Tinggalkan Komentar