Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Special Talkshow di Radio Classy FM Padang

Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Special Talkshow di Radio Classy FM Padang

Special Talkshow di Radio Classy FM dengan Narasumber : Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Sekretaris Bundo Kanduang Sumatera Barat, dan Direktur Eksekutif Kogami Padang, Jumat (02/04/2021)

PADANG [ siaga.bnpb.go.id/hkb ] - Perempuan itu istimewa karena memiliki peran penting di dalam rumah tangga dan juga memiliki banyak peran di masyarakat. Untuk itu, perempuan juga sangat memegang peranan penting dalam upaya kesiapsiagaan bencana sehingga perempuan harus berdaya! 

Demikian salah satu point penting dalam Special Talkshow di Radio Classy FM – Padang, Jumat (02/04/2021), yang mengangkat tema “Peran Perempuan dan Keluarga Sebagai Pilar Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana”. 

Special Talkshow yang dipandu oleh Radi Pratama, menghadirkan narasumber ; Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Eny Supartini, Sekretaris Bundo Kanduang Sumatera Barat, Bundo Rosnelly Boer serta Direktur Eksekutif KOGAMI Padang, Patra Rina Dewi. 


Special Talkshow Radio Classy FM tersebut dalam rangka sosialisasi dan mengkampanyekan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang diselenggarakan setiap tanggal 26 April. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kesiapsiagaan BNPB menyampaikan peranan penting kaum perempuan dalam kesiapsiagaan bencana. Dalam lingkup keluarga, seorang Ibu memegang peran penting dan yang paling mengetahui tentang seluk beluk kondisi dirumah dan lingkunganya. Untuk itu peran penting seorang Ibu dalam kesiapsiagaan bencana terutama dalam lingkup keluarga harus mendapat dukungan dari semua anggota keluarganya.

"Disinilah pentingnya kesiasiagaan dalam lingkup keluarga, harus melibatkan semua anggota keluarga, dan sosok seorang ibu memiliki peran yang sangat penting tidak saja dalam kesiapsiagaan dilingkungan keluarga, tetapi juga dalam lingkup yang lebih luas, "jelas Eny Supartini, Direktur Kesiapsiagaan BNPB.

Sementara itu, narasumber lainya, menyampaikan bahwa, perempuan digolongkan sebagai kelompok rentan karena memang memiliki keterbatasan secara kemampuan fisik dalam menghadapi bencana (angka kematian perempuan akibat bencana lebih tinggi dibandingkan laki-laki) tapi bukan berarti perempuan tak berdaya. 

Masyarakat di P. Simeuleu membuktikan bahwa edukasi yang terus menerus dilakukan sebagai kearifan lokal, mampu menyelamatkan hampir 100% penduduk Simeulue yang berada di pesisir pantai saat tsunami menerjang pada 26 Desember 2004. 

Maka, kehadiran Bundo Kanduang menjadi sangat berarti dalam menguatkan mental kaum perempuan di Sumatera Barat untuk berperan serta dalam pengurangan risiko bencana. 

Salam siaga! 
Salam tangguh! 

#HariKesiapsiagaanBencana 
#HKB2021 #HKB2021 
#SiapUntukSelamat 
#BudayaSadarBencana 
#PerempuanBerdaya

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pusdalops BNPB

Post Terkait

Tinggalkan Komentar