Ingin Berbagi Pengetahuan kepada Sesama, Srikandi Indonesia Hadiri Bimtek Kesiapsiagaan

Ingin Berbagi Pengetahuan kepada Sesama, Srikandi Indonesia Hadiri Bimtek Kesiapsiagaan

 

JAKARTA – Riana Mangiwa mengatakan bahwa dirinya ingin menularkan pengetahuan kesiapsiagaan kepada para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP). Hal tersebut disampaikan Riana, Ketua DWP Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT saat mengikuti bimbingan teknis Srikandi Siaga Bencana pada Selasa (26/3) di Graha BNPB, Jakarta Timur. 

Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) Srikandi Siaga Bencana menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kesiapasiagaan menghadapi bencana. Riana menyampaikan bahwa nantinya tidak hanya berbagi kepada anggota DWP saja tetapi juga keluarga dan masyarakat di sekitar. Pengetahuannya ini menjadi bekal untuk penyelenggaraan kegiatan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana, 26 April, nanti. 

“Kami akan koordinasikan dengan pemerintah setempat untuk mengadakan simulasi kesiapsiagaan tersebut,” ujar Riana pada Selasa (26/3) di Graha BNPB.  

Berbeda dengan Tia Apriliani dari Kembara lnsani lbnu Battuttah, UIN Jakarta, keinginan memperdalam ilmu kesiapsiagaan menjadi ketertarikan untuk mengikuti bimtek ini. Tia bersama dua sahabatnya itu merupakan aktivis organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang lingkungan dimana terkait erat dengan konteks kebencanaan. 

Selain itu, Tia menuturkan bahwa organisasinya juga aktif dalam membantu korban bencana sehingga bekal selama bimtek dapat memperkaya pengetahuan yang dibutuhkan pada saat bencana. Setelah mendapatkan pengetahuan, Tia bersama teman-temannya berkomitmen untuk menularkan pengetahuan kepada sesama mahasiswa di kampus. 

“Apalagi terkait kebencanaan ini kan sangat penting, apalagi kondisi saat ini di negara kita sering terjadi bencana,” tambah Tia. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris LLH PB Aisyiah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Trilestari Masduki di sela-sela bimtek. 

“Dengan mengikuti Bimtek ini juga untuk menambah wawasan dan memperluas jejaring, terutama dalam kegiatan kebencanaan,” kata Trilestari pada Selasa (26/3) di Graha BNPB.  

“Kami di Aisyiah memiliki anggota yang cukup banyak dan jaringan sekolah mulai dari PAUD juga cukup banyak dan ini penting untuk ditularkan kepada jaringan kami.” 

Trilestari menekankan bahwa dia akan berusaha untuk menularkan pengetahuan ini sampai ke tingkat ranting. Di samping itu, dia melihat bahwa kegiatan Bimtek Srikandi Siaga Bencana ini sesuai dengan visi di lingkungan Aisyiah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang fokus pada kaum perempuan. 

Trilestari berpesan, semua pihak agar bergerak untuk menularkan ilmu pengetahuan tentang kesiapsiagaan ini kepada lingkungan yang terdekat, terus meluas sampai secara masif, seluruh nasional bergerak, untuk kesiapsiagaan bencana guna mengurangi korban jiwa ketika terjadi bencana. 

Sejumlah 400 perempuan mengikuti Srikandi Siaga Bencana yang diselenggarakan pada 21 – 27 Maret 2019. Mereka adalah para perempuan yang berasal dari lembaga-lembaga perempuan dari berbagai wilayah seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Aceh, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Maluku. Bimtek Srikandi Bencana ini terselenggara dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 yang jatuh pada 26 April nanti. Tema yang diusung pada penyelenggaraan HKB nanti yaitu “Perempuan Menjadi Guru Siaga Bencana, Rumah Menjadi Sekolahnya.” (WS/PHI)


Humas BNPB

 

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pastigana

Post Terkait

Tinggalkan Komentar