Mahasiswa UINSA kuliah di Tenpina

Mahasiswa UINSA kuliah di Tenpina

JAWA TIMUR - Tak lama lagi BPBD Jatim akan meresmikana Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina). Sebuah wahana belajar masyarakat tentang masalah bencana alam.

Disela persiapan peresmian Tenpina, 30 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, menyelenggarakan kuliah di miniatur lokasi bencana yang letaknya bersebelahan dengan BPBD Jawa Timur.

Dian Harmuningsih -koordinator SRPB Jatim sekaligus dosen mereka- memandu mengenali satu per satu kebutuhan di daerah bencana seperti tenda darurat, toilet darurat, spot bermain anak-anak dan trauma healing. Mereka juga melihat gudang logistik, yakni tempat penyimpanan makanan dan kebutuhan masyarakat jika terjadi tanggap bencana. Seperti makanan cepat saji, dan obat-obatan.

Disiagakan juga peralatan-peralatan yang siap dioperasikan jika terjadi kondisi tanggap bencana seperti mobil komando, mobil rescue, motor trail, tenda keluarga dan pengungsi, genset, water treatment, perahu da mesin serta alat komunikasi. Peralatan penunjang mencakup berbagai mobil termodifikasi seperti untuk memenuhi kebutuhan dapur lapangan, tangki air, toilet, penjernih air dan light tower, sedangkan kategori peralatan khusus adalah speedboat (dolphin, manta, fiber), pompa pemadam kebakaran, perahu amfibi, mobil evakuasi, drone dan logistik.

Di lokasi yang sama, berbarengan Komunitas banyu Bening tengah melatih para relawan dari berbagai organisasi tentang water rain harvesting atau memanen air hujan. Dengan sigab Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto mengajak adik-adik mahasiswa ikut serta bergabung. “Sempat saya tanya mereka, mereka bilang ini ilmu baru. Saya senang jika Tenpina bisa jadi tempat belajar tentang masalah bencana alam untuk masyarakat termasuk adik-adik dari UINSA ini”

“Masyarakat umum seperti, keluarga, karyawan, mahasiwa, pelajar, organisasi, kelompok pengajian, anak-anak PAUD, perlu datang kesini. Harus tahu bahwa kita tinggal di daerah rawan bencana, harus tahu apa yang dilakukan jika terjadi bencana” imbuh Gatot Soebroto.

Rina, mahasiswi UINSA Fakultas Ekonomi Bisnis Islam semester 6 asal Kediri ini mengatakan bahwa ia baru tahu ada cara memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk minum dan memasak. “Belajar di Tenpina komplit ya. Saya jadi paham ternyata manajemen bencana itu ilmu manajemen yang spesifik. Pelakunya bekerja dengan tingkat stres tinggi. Karena tujuannya adalah mengurangi kerugian dan risiko yang mungkin terjadi.  Ditambah lagi harus mempercepat proses pemulihan pasca bencana. Luar biasa itu,” imbuhnya [An/Ls]

(sumber : Kiriman dari BPBD Jawa Timur)

#SiapUntukSelamat
#BudayaSadarBencana
#KitaJagaAlamJagaKita
#HKB2020
#HKB26April

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pusdalops BNPB

Post Terkait

Tinggalkan Komentar