Pascabencana, ada kebutuhan spesifik perempuan dan anak

Pascabencana, ada kebutuhan spesifik perempuan dan anak

Ratna Susianawati, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Acara Talkshow di Graha BNPB, Rabu (31/03/2021)

JAKARTA [www.siaga.bnpb.go.id/hkb]– Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan adanya kebutuhan khusus untuk perempuan dan anak-anak pascabencana dan saat evakuasi.

“Dimasa tanggap darurat, ini masa yang kita sebut sebagai proses evakuasi, kami terus mendorong di dalam proses masa tanggap darurat ini misalnya kebutuhan spesifik perempuan dan anak,” kata Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Ratna Susianawati dalam diskusi tentang peran perempuan dalam menghadapi bencana oleh BNPB di Jakarta, Rabu (31/03), sebagaimana dilansir Kantor Berita Antara

Hal itu, kata dia, perlu dilakukan karena perempuan dan anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak bencana.

Ia mengatakan perspektif gender diperlukan karena tidak bisa dimungkiri terdapat kebutuhan yang berbeda untuk perempuan, anak perempuan, dan kelompok rentan lain, seperti disabilitas.

Dia juga menyoroti perspektif gender dalam sarana dan prasarana pascabencana, seperti hunian sementara.

“Bagaimana memastikan hunian sementara dan kemudian hunian tetap dan sebagainya itu juga prinsip-prinsip perspektif gender sangat penting. Karena kebutuhan perempuan dan anak berbeda,” kata Ratna dalam diskusi yang dilakukan sebagai bagian rangkain peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang diperingati setiap 26 April itu.

Dia memberi contih tentang bagaimana dalam kunjunganya ke lokasi bencana beberapa bulan lalu, Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyoroti perlunya tempat khusus anak untuk bermain guna menyikapi dampak bencana yang bisa menyebabkan trauma serta ada kebutuhan dapur umum ramah kebutuhan anak.

Oleh karena itu, dia mendorong program pemberdayaan perempuan dan anak pascabencana dan masa pemulihan, tidak hanya dari segi ekonomi tetapi juga dari sisi social.

Untuk itu, katanya, diperlukan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan.


(sumber : antaranews.com)

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pusdalops BNPB

Post Terkait

Tinggalkan Komentar