Peran Ibu dalam Implementasi Keluarga Tangguh Bencana

 Peran Ibu dalam Implementasi Keluarga Tangguh Bencana

Kegiatan Webinar "Peran Ibu dalam Implementasi Keluarga Tangguh Bencana” (Kamis, 14 April 2022) (Foto : BPBD Jabar)

JAWA BARAT - BPBD Provinsi Jawa Barat saat ini memfokuskan dalam aspek pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana melalui edukasi dan simulasi kebencanaan mulai dari individu, keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar. Maka dalam menerapakan budaya tangguh bencana, peran ibu sangatlah vital. Seorang ibu adalah guru utama yang memberikan pengetahuan terhadap generasi tangguh bencana yang sadar akan bencana khususnya di daerah Jawa Barat yang masih memiliki risiko bencana”, hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan saat membuka kegiatan webinar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Kamis (14/4). Tak lupa Dani menyampaikan harapannya untuk meningkatkan kolaborasi antara BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dalam menanggulangi bencana.

Webinar dengan tema “Peran Ibu dalam Implementasi Keluarga Tangguh Bencana” ini diikuti oleh 253 peserta yang terdiri dari DWP Provinsi Jawa Barat, BPBD Provinsi Jawa Barat beserta DWP, BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat beserta DWP, Diskar se-Jawa Barat beserta DWP, dan Satpol PP se-Jawa Barat beserta DWP.

Adapun Keynote Speech “Peran Ibu dalam Ketangguhan Bencana” disampaikan oleh Dr. Ir. Dwina Roosmini, M.S., sebagai Ketua DWP Provinsi Jawa Barat. Menurut Dwina, Sebuah sistem penanganan bencana diharapkan ditingkatkan untuk mewujudkan harapan pencegahan, meminimasi dampak dan kerugian, serta pemulihan secepat mungkin. Lebih lanjut Dwina menyampaikan, “Menjadi ibu harus tangguh menghadapi dan mengatasi bencana. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan seorang ibu antaranya memahami risiko bencana di sekitar lingkungannya, memahami distribusi kelompok rentan bencana, membentuk komunitas untuk peningkatan pengetahuan akan bencana, serta menyiapkan sistem organisasi tata kerja saat bencana terjadi”

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Ketua DWP BPBD Provinsi Jawa Barat, Ria Sabaria, M.Pd berjudul “Upaya Menumbuhkan Ketangguhan Keluarga Bencana”. Untuk menciptakan lingkungan tangguh bencana, selain dimulai dari individu dapat juga dimulai dari keluarga. Ria menyampaikan, “Lingkup keluarga tangguh bencana diantaranya dapat mengenali risiko bencana yang ada di rumah, mengenali rumah aman bencana, menyusun rencana siaga keluarga, mengenali peringatan dini dan sistem pendukungnya, serta menguji coba perencanaan evakuasi secara mandiri” Dalam paparannya juga, Ria menjelaskan keluarga tangguh bencana memiliki kemampuan dalam tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. “Pentingnya identifikasi ancaman dan risiko bencana di lingkungan rumah, salah satunya identifikasi melalui aplikasi InaRisk Personal”, tambah Ria menutup paparannya.

Webinar ini ditutup dengan paparan “Implementasi Keluarga Tangguh Bencana” dari Drs. Edy Heryadi, M.Si, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Barat. “Perlu dibentuk keluarga tangguh bencana untuk mengurangi korban akibat suatu bencana.”, disampaikan jelas oleh Edy. Selain itu Edy, memaparkan langkah membangun kesiapsiagaan menghadapi gempabumi, banjir, dan kebakaran.

Rangkaian acara HKB selanjutnya, akan dilaksanakan pada 21 April 2022 dengan agenda latihan simulasi dan puncak Peringatan HKB Tahun 2022 akan dilaksanakan pada Selasa 26 April 2022 dengan melakukan simulasi evakuasi dan membunyikan kentongan, sirine atau lonceng secara serempak pada pukul 10.00 WIB.

(sumber : BPBD Prov.Jawa Barat)

#SiapUntukSelamat 
#BudayaSadarBencana 
#HKB2022

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pusdalops BNPB

Post Terkait

Tinggalkan Komentar