Sambutan Kepala BNPB pada Sosialisasi HKB 2018 di Nusa Dua Bali

Sambutan Kepala BNPB pada Sosialisasi HKB 2018 di Nusa Dua Bali

Sambutan Kepala BNPB Pada Acara Sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana di Nusa Dua Bali (Jumat,23/03/2018)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia 
Sambutan Pembukaan 
Oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana 
H.E. Willem Rampangilei 

Pada Acara Sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2018 Kepada Aktor Kunci di Bali. 

Sekaligus “Evaluasi Kesiapan Rencana Evakuasi dan Keamanan dalam Rangka Pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF – WBG 2018” 

Bali, Indonesia, 23 Maret  2018 

Yang kami hormati,  

Pejabat Eselon Satu (1) dari Kementerian/Lembaga, dan atau yang mewakili, 
Pimpinan TNI dan Polri, 
Para Pejabat dari BNPB dan Kepala BPBD Propinsi dan Kabupaten Kota, 
Pimpinan dari Lembaga Usaha, 
Dan para penggiat kebencanaan 

Para Peserta Acara dan Tamu Undangan yang berbahagia 

Assalamu’alaikum,warahmatullahi wabarohkatu, Om Swastiastu, Salam Sejahtera bagi kita semua

Pertama-tama perkenankan saya secara tulus mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat karunia dan anugerahNya lah kita dapat berkumpul di sini dalam rangka sosialisasikan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2018, sekaligus “Evaluasi Kesiapan Rencana Evakuasi dan Keamanan dalam Rangka Pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF – Word Bank 2018” 

Tanggal 26 April dipilih sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana karena tanggal tersebut adalah hari lahirnya Undang Undang No. 24/2007 yang merupakan perangkat hukum pertama yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif (pengelolalaan risiko bencana). Pada tahun ini berarti juga tepat 11 tahun lahirnya Undang-Undang Penanggulangan Bencana No 24 tahun 2007. 

Berkaitan dengan pelaksanaan Annual Meeting IMF – WB yang akan diselenggarakan pada Oktober 2018 di Bali, maka kegiatan Sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2018 ini sekaligus untuk mengkoordinasikan kesiapsiagaan terkait pelaksanaan IMF – WB Annual Meeting tersebut. Disamping itu juga untuk menunjukan kesiapsiagaan Bali dalam menghadapi bencana, 

Selain mempersiapkan latihan kesiapsiagaan pada tanggal 26 April 2018, BNPB juga melaksanakan sosialisasi Hari Kesiapsiagaan (HKB) sebagaimana pada hari ini, sekaligus akan melaksanakan pemasangan rambu dan jalur evakuasi secara simbolis di kawasan Nusa Dua, Bali. 

Bapak dan Ibu sekalian, pada kesempatan ini perkenankan saya sampaikan gambaran awal kondisi dan tantangan yang kita hadapi antara lain:

Berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang disusun BNPB tahun 2015, jumlah jiwa terpapar risiko bencana kategori sedang-tinggi tersebar di 34 provinsi mencapai 254.154.398 jiwa. Selama tahun 2017, terdapat 2.372 kejadian bencana, yang mengakibatkan 377 jiwa meninggal dunia/hilang dan 3,49 juta mengungsi.

Disamping itu, arah dan gambaran tren bencana global ke depan pun cenderung akan meningkat karena pengaruh beberapa faktor, seperti 1) Meningkatnya jumlah penduduk, 2) Urbanisasi, 3) Degradasi lingkungan, 4) Kemiskinan, dan 5) Pengaruh perubahan iklim global.

Tidak bisa dipungkiri, intensitas dan kompleksitas bencana di era modern ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang besar, serta sangat mengganggu aktifitas, dan produktivitas, baik untuk keberlangsungan dunia usaha dan kehidupan bermasyarakat.

Oleh karenanya, kerugian bencana merupakan urusan semua pihak (Everybody’s business) dan pentingnya kita semua memahami risiko dan berbagi peran dan tanggung jawab (shared responsibility). Bapak dan ibu sekalian, ilustrasi diatas telah memberikan logika penting bahwa mari kita berinventasi kesiapsiagaan pada pra-bencana agar dampak bencana timbul dapat ditekan, dampak ekonomi bisa lebih murah, dan bermanfaat bagi keberlangsungan usaha dan matapencaharian masyarakat.  

Bapak, Ibu, dan para hadirin sekalian,

Mengingat kerentanan, keterpaparan masyarakat dan potensi ancaman baik bencana di Indonesia sebagaimana telah diilustrasi diatas, maka diperlukan satu momen untuk melatih kesiapsiagaan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi bencana.

Oleh karena itu kami, BNPB mengajak seluruh Kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, Lembaga Usaha, dan Lembaga Swadaya Masyarakat secara bersama turut berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan latihan evakuasi bencana serentak. Dengan latihan evakuasi bencana maka akan terbangun kapasitas dan kapabiltas semua pihak terkait kesiapsiagaan sehingga seluruh orang yang tinggal di Indonesia selamat dari bencana.

Latihan evakuasi bencana merupakan upaya dalam memperkuat kapasitas kesiapsiagaan masyarakat karena sebagaimana yang kita ketahui, agar masyarakat mengenal ancaman risiko di lingkungannya, mampu mengelola informasi peringatan dini, memahami rambu peringatan, serta mengurangi kepanikan dan ketergesaan saat evakuasi yang menimbulkan korban dan kerugian.

Secara khusus juga menjadi perhatian saat latihan evakuasi bencana adalah keterlibatan kelompok rentan seperti anak-anak, kaum lansia, para penyandang disabilitas dan berkebutuhan khusus.

Pada tatanan yang strategis, kebijakan arus utama (mainstream) yang hendak didorong dan dikawal nantinya adalah Presiden Republik Indonesia akan menetapkan dan menyerukan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada setiap tanggal 26 April dengan menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan baik Pemerintah dan Masyarakat untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana di seluruh daerah dalam rangka pengurangan risiko bencana dengan memberikan awareness/ kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dan pada gilirannya berkontribusi atas keselamatan seluruh orang yang tinggal di Indonesia. 

Bapak, Ibu, yang kami hormati, 

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, semoga kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana mendapatkan dukungan semua pihak. Terima kasih. 

Wassalamuálaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Kepala BNPB 


Willem Rampangilei

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pastigana

Post Terkait

Tinggalkan Komentar