Selfie Save Lives, Transformasi media sosial sebagai sumber jaringan informasi darurat oleh NGO di Indonesia

Selfie Save Lives, Transformasi media sosial sebagai sumber jaringan informasi darurat oleh NGO di Indonesia

JAKARTA (23 Oktober 2020) - Dengan angka penyebaran COVID-19 yang terus meningkat, Indonesia masih menghadapi risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, angin kencang, kabut asap, dll. Pandemi mengharuskan adanya pendekatan lain dalam mempersiapkan dan merespon bencana, khususnya dengan kemungkinan La Nina yang akan membawa lebih banyak badai, hujan, dan cuaca ekstrem di wilayah ini dalam beberapa bulan ke depan. Dalam sebuah video conference -nya, Kepala BMKG mengatakan bahwa seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera dan Kalimantan, diperkirakan akan mengalami peningkatan curah hujan hingga 40% atau lebih di Bulan September, Oktober, dan November. Dwikorita mengimbau masyarakat untuk fokus dalam mengurangi risiko karena “tidak mungkin mencegah datangnya hujan lebat”.

Harlan Hale, penasehat regional untuk respon bencana dan pengurangan risiko USAID di Biro Dukungan Kemanusiaan (BHA) mengatakan, “Informasi adalah sumber daya terpenting di saat bencana”. Akses untuk informasi yang relevan sangat penting dalam memungkinkan warga dan institusi darurat membuat keputusan dalam upaya respon dan keselamatan. Dengan tantangan selama pandemi, berbagi informasi sekarang menjadi lebih kritikal dalam mendukung koordinasi antara institusi manajemen darurat, publik, sektor swasta, dan responder pertama.

PetaBencana.id menyediakan metode baru dalam berbagi informasi real-time antarwarga, responder bencana, dan institusi pemerintah ketika situasi darurat. Untuk pertama kali, warga di seluruh Indonesia bisa mengirim laporan bencana secara anonim melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat. Laporan ini secara singkat ditampilkan pada sebuah peta berbasis web, langsung, gratis, dan dapat diakses oleh siapapun untuk memahami situasi darurat dan mengambil keputusan tentang keselamatan dan respon. Dengan mengurundaya (crowdsource) informasi darurat dari warga yang sering mendapatkan informasi situasi terkini, PetaBencana.id mentransformasi aplikasi media sosial menjadi sumber data darurat dan sistem dalam berbagi informasi. Institusi pemerintah juga memonitor peta untuk membuat penialaian akan situasi darurat, merespon kebutuhan warga, meng-update peta untuk memberi peringatan pada warga tentang situasi bencana. Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bambang Surya Putra, mengatakan bahwa PetaBencana.id sangat membantu timnya dalam memonitor kejadian bencana, dan dalam memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kejadian bencana kepada seluruh warga.

Pertama kali diluncurkan di Jakarta 2013 sebagai peta banjir real-time, peta ini telah digunakan oleh jutaan warga untuk membuat keputusan di masa kritis tentang keselamatan dan navigasi dalam kejadian banjir; peta ini juga telah diadopsi oleh BNPB untuk memonitor kejadian banjir, mempercepat waktu respon, dan memberikan informasi darurat yang kritikal kepada warga. Platform ini telah memungkinkan warga dan pemerintah berbagi informasi, mengkoordinasikan data, dan telah membuktikan bahwa pengumpulan data berbasis masyarakat telah mengurangi risiko bencana dan membantu upaya penyelamatan. Dijalankan oleh NGO dari Indonesia, Yayasan Peta Bencana, platform PetaBencana.id telah berekspansi ke seluruh Indonesia di Bulan Februari 2020, dengan mengadakan peluncuran skala nasional yang digabung dengan acara nasional kesiapsiagaan bencana yang unik dan belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Pada September 2020, Yayasan Peta Bencana merilis versi terkini platform ini, sebagai pionir peta kebencanaan multi-hazard yang real-time dan berbasis urun-daya. Sekarang, siapapun di Indonesia bisa mengirim laporan bencana banjir, angin kencang, gempa bumi, gunung api, kebakaran hutan, kabut asap dengan tweet @petabencana, mengirim pesan Facebook @petabencana, atau pesan Telegram ke @bencanabot.

Didanai oleh USAID BHA, PetaBencana.id adalah bagian dari program InAWARE Pacific Disaster Center di Indonesia, dan beroperasi dalam ekosistem sistem pengurangan risiko bencana yang lebih besar ditujukan untuk mendukung respon bencana di Indonesia - terutama dalam berkolaborasi dan kombinasi dengan kegiatan InAWARE dan Humanitarian OpenStreetMap (HOT). Melihat kesuksesan platform ini di Indonesia, USAID BHA mendanai inisiatif serupa di Filipina, dijalankan Pacific DIsaster Center, dan berkolaborasi dengan Yayasan Peta Bencana dan HOT.

Dengan pandemi COVID-19 yang terus menyebar, ada peningkatan kesadaran akan pentingnya berbagi dan mengakses informasi yang akurat. Kebutuhan akan koordinasi dan sinergi yang baik antara para pemangku kepentingan menjadi krusial. Didukung oleh prinsip open source dan open data, PetaBencana.id menekankan teknologi komunikasi dan pembagian informasi dalam menyediakan akses yang transparan dan setara terhadap informasi kritikal bagi semua pihak. Sebagai bagian dari USAID DisasterAWARE Program for ASEAN Regional and National Capacity Development for Hazard Monitoring, data dari PetaBencana.id juga mendukung sistem monitoring bencana BNPB yaitu InAWARE, yang dikembangkan oleh Pacific Disaster Center. Data dari PetaBencana.id juga mendukung aplikasi dan organisasi lainnya termasuk “Pantau Banjir” oleh Jakarta Smart City, aplikasi dan tim peneliti di NASA’s Jet Propulsion Laboratory. PetaBencana.id juga didukung mitra dari Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT), Twitter, Mapbox, Qlue, dan PasangMata.

Dengan memungkinkan setiap warga yang memiliki koneksi internet untuk membagikan informasi secara anonim, terstruktur dan bersumber resmi, PetaBencana.id menjadi pionir dalam menyediakan warga dan pemerintah sistem informasi dua arah untuk berkoordinasi secara real-time. Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana, Yayasan Peta Bencana juga menawarkan pelatihan gratis untuk pelaporan informasi bencana berbasis masyarakat. Organisasi yang ingin dilatih dapat mendaftar di:  bit.ly/PB-pelatihan 

(tim PetaBencana.id)

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pusdalops BNPB

Post Terkait

Tinggalkan Komentar