Side Event of the G20 Development Working Group on Prospects on Achieving Disaster Risk Reduction Agenda

Side Event of the G20 Development Working Group on  Prospects on Achieving Disaster Risk Reduction Agenda

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, B. Wisnu Widjaja, pada acara Side Event of the G20 Development Working Group on “Prospects on Achieving Disaster Risk Reduction Agenda”

TOKYO, (13 Maret 2019) -  Acara ini dibuka oleh Wakil Perdana Menteri urusan Luar Negeri dengan Keynote Speech dari UNISDR-Badan PBB urusan Pengurangan Risiko Bencana dan UNDP. Acara ini memberikan masukan untuk pertemuan G20 Summit yang akan diselenggarakan di Osaka pada tanggal 28-29 Juni 2019.

Pada acara pembukaan telah disampaikan pentingnya upaya capaian target E dalam strategi pengelolaa risiko bencana di tataran nasional dan lokal untuk mengurangi dampak bencana dan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi . Selain itu koherensi dari semangat PRB dengan berbagai isu global termasuk SDGs, Paris Agreement, serta berbagai kesepakatan itu membangun resiliensi.

Pada kesempatan ini Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bapak B. Wisnu Widjaja menyampaikan dari berbagai kejadian dan fakta bencana terutama 3 peristiwa yang secara beruntun pada akhir tahun 2018 dengan adanya gempabumi, tsunami, dan likuifaksi, memberikan pengalaman bagi penyelenggaraan pengelolaan bencana di Indonesia.

Selain itu juga disampaikan upaya pengelolaan risiko bencana dan investasi PRB yang telah dilakukan mulai dari kebijakan dan regulasi, komitmen kepala negara - Presiden yang telah memberikan arahan lansung untuk melaksanakan pembangunan dengan upaya PRB, hingga upaya penurunan indeks risiko serta strategi dan investasi PRB dalam pembangunan yang menyangkut upaya pembiyaan, tata ruang, lingkungan, serta pembangunan yang risk sensitif terhadap risiko.

Catatan akhir adalah bagaimana membangun kembali lebih baik dapat terkait dengan upaya PRB. Tantangan ke depan adalah dengan kesiapan MHEWS, risk sensitif, pengembangan sains dan teknologi, komunikasi risiko, pengetahuan lokal, termasuk pendidikan bencana untuk semua masyarakat yang perlu memperhatikan juga karaktersitik sosial dan budaya. (*)

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pastigana

Post Terkait

Tinggalkan Komentar