Skill Day, SiapSiaga Bencana Alam dan Sosialisasi HKB 2019 di Kelurahan Utan Kayu Utara

Skill Day, SiapSiaga Bencana Alam dan Sosialisasi HKB 2019 di Kelurahan Utan Kayu Utara

JAKARTA (Sabtu,19 Januari 2019) – Bertempat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Utan Kayu Utara, Sabtu (19/01/2019) diadakan kegiatan Skill Day, Siap Siaga Bencana Alam. Kegiatan ini diikuti oleh warga kelurahan Utan Kayu Utara yang sebagian adalah ibu-ibu. 

Kegiatan Skill Day, Siaga Bencana Alam diprakarsasi oleh  Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerjasama dengan Kelurahan Utan Kayu Utara. Acara dibuka oleh Ketua Paguyuban KSE UNJ. 

Selain Ketua dan pengurus Karya Salemba Empat (KSE) UNJ, hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Kelurahan Utan Kayu Utara, ketua PKK, ketua dan pengurus RPTRA Kelurahan Utan Kayu Utara.

Narasumber dalam kegiatan tersebut Kasubdit Perencanaan Siaga BNPB, Eny Supartini dan Udjang D Lasmana dari Ready Indonesia. 

Selain memaparkan kesiapsiagaan dan berbagai tips daalam upaya menghadapi bencana banjir khususnya serta kebakaran di pemukiman perkotaan, dalam kesempatan tersebut Kasubdit Perencanaan Siaga juga menyampaikan sosialisasi tentang Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019. 

Lebih lanjut Kasubdit Perencanaan Siaga BNPB menegaskan bahwa pentingnya kesiapsiagaan dimulai dari diri sendiri. Hal ini lanjutnya, didasarkan pada hasil kajian dan survei yang dilakukan di Jepang terhadap kejadian gempa Great Hansin Awaji (1995) menunjukan bahwa persentase korban selamat dalam durasi ‘golden time’ disebabkan oleh bencana, ternyata kesiapsiagaan diri sendiri dalam survey tersebut menempati urutan pertama, yaitu sebesar (35%) dan baru menyusul hal-hal lainya seperti dukungan keluarga, teman, tim penolong dan seterusnya.

Artinya bahwa kesiapsiagaan diri sendiri menjadi begitu penting ketika teradi bencana. Untuk itu BNPB terus mengkampanyekan  dan mensosialisasikan dengan hastag #SiapUntukSelamat melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana yang digelar setiap 26 April. 

Untuk tahun 2019, fokus utama Hari kesiapsiagaan Bencana, kita akan mengajak kaum perempuan/ibu-ibu untuk ikut aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kesiapsiagaan bencana. Karena kaum ibu merupakan pihak yang paling merasakan dampak ketika terjadi bencana. Selain harus menyelamatkan dirinya sendiri, seorang ibu akan selalu berpikir bagaimana keselamatan anak-anak dan anggota keluarga lainya. 

“Kaum ibu bisa menjadi agen Kesiapsiagaan Bencana dilingkup keluarganya, jadikanlah ruamah-rumah kita sebagai pusat pembelajaran kesiapsiagaan bencana. Untuk itu kami mengajak ibu-ibu anggota PKK, Dharma Wanita dan ibu-ibu lainya untuk proaktif ambil bagian dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana dalam lingkup keluarga dan dilingkungan sekitarnya, “jelas Eny Supartini, Kasubdit Perencanaan Siaga BNPB. 

Maka untuk kegiatan kali ini kami sangat senang dan apresiasi, Kelurahan Utan Kayu Utara ini merupakan pionir untuk wilayah DKI Jakarta, lanjut Kasubdit Perencanaan Siaga. Mudah-mudahan kegiatan ini akan terus diikuti oleh keluarahan lain yang ada di wilayah DKI Jakarta.

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi dan pengenalan berbagai alat-alat dan perlengkapan yang harus ada dan disiapkan oleh setiap keluarga serta simulasi kesiapsiagaan bencana ketika terjadi gempa bumi yang dipandu oleh Udjang D Lasama sebagai fasilitator dari Ready Indonesia. Para peserta yang sebagian ibu-ibu tampak antusias dalam mengikuti simulasi kebencanaan tersebut, walaupun cuaca hujan gerimis. 

Sekilas Tentang Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) UNJ :

Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Negeri Jakarta berdiri pada tanggal 05 Oktober 2013 dengan jumlah penerima sebanyak 53 Mahasiswa. KSE UNJ terus berkomitmen penuh dan berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada Masyarakat dan Bangsa. dan Alhamdulillah penerima KSE UNJ pada tahun ini sebanyak 123 Mahasiswa, terus meningkat tiap tahunnya. 

Secara umum, visi, misi, tujuan maupun kegiatan-kegiatan Paguyuban KSE adalah sebagai berikut: Bersama-sama turut bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengimplementasikan semangat dan motto KSE terkait Networking, Sharing, Developing. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selalu bertujuan untuk kebaikan internal (penerima beasiswa) maupun eksternal (masyarakat). 

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selalu bertujuan untuk kebaikan internal (penerima beasiswa) maupun eksternal (masyarakat). 

Paguyuban dengan segala macam kegiatan juga dapat dijadikan sarana tempat para penerima beasiswa untuk mengembangkan diri serta mengasah dan memupuk jiwa sosial diantara penerima beasiswa. 

#SiapUntukSelamat
#BudayaSadarBencana
#KitaJagaAlam
#AlamJagaKita

#HKB2019
#HKB26April

(tulisan/foto : ratman)

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pastigana

Post Terkait

Tinggalkan Komentar