Tiga Lembaga Mendapat Piagam Penghargaan HKB

Tiga Lembaga Mendapat Piagam Penghargaan HKB

JAKARTA (15 April 2018) – Tiga Lembaga/Organisasi yang selama ini fokus dalam bidang penanggulangan bencana dan kemanusiaan, masing – masing, Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mendapat piagam penghargaan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). 

Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BNPB, Willem Rapangilei didampingi Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, B. Wisnu Widjaja, dalam rangkaian acara Sosialisasi hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) sekaligus acara Car Free Day, di Kawasan Jl.Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/04/2018). 

Pemberian piagam penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dari BNPB atas partisipasi ke tiga lembaga dalam inisiasi hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2017 dengan jumlah partisipan terbesar. Tahun 2017 inisiasi Hari Kesiapsiagaan Bencana diikuti sebanyak 10 juta orang lebih partisipan dan untuk tahun ini (2008) BNPB mentargetkan sebanyak 25 Juta orang ikut berpartisipasi dalam pencanangan hari Kesiapsiagaan Bencana. 

Sebagaimana diketahui, bahwa BNPB menggelar sosialisasi Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Acara untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada 26 April ini digelar di car free day (CFD) di Kawasan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/4/2018). 

Melalui HKB ini selain meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan individu, keluarga dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, juga untuk meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah, menuju Indonesia Tangguh Bencana. 

Kegiatan sosialisasi ini mengambil tema Siaga Bencana Dimulai dari Diri Kita, Keluarga, dan Komunitas. 

“Tema ini dipilih, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan warga Jepang, di mana masyarakat selamat dari bencana karena kemampuan diri, keluarga, dan komunitas,” kata Kepala BNPB, Williem Rampangilei,saat membuka acara tersebut. 

“Seseorang itu selamat dikarenakan kapasitas pribadinya 34 persen. Lalu 32 persen oleh keluarga, 28 persen oleh orang di sekitarnya, dan seluruhnya kalau dikumpulkan bahwa 95 persen itu ada di komunitas, dari mulai keluarga, kemampuan pribadi, dan komunitas. Oleh karena itu pendekatan kita dalam mewujudkan Indonesia tangguh bencana itu dengan pendekatan pembangunan ketangguhan berbasis bencana,” paparnya. 

Willem berharap, Melalui HKB ini selain meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan individu, keluarga dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, juga untuk meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong, kerelawanan serta kedermawanan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah, menuju Indonesia Tangguh Bencana. 

“Sebab penanggulangan bencana ini bisa mengoreksi pertumbuhan ekonomi. Jadi dampak bencana sampai bisa mengancam kehidupan masyarakat, bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu kita perlu melakukan investasi. Kegiatan kita pada pagi hari ini merupakan investasi itu merupakan bagian investasi kita dalam pengurangan bencana,” pungkasnya. 

Acara dimulai dengan senam pagi, diikuti defile drumb band, pawai untuk menjaring komitmen HKB, sosialisasi dan penjelasan tentang HKB, stand up comedy, pemberian apresiasi dan penghargaan bagi partisipan dengan jumlah peserta terbanyak pada HKB 2017 dan penandatanganan komitmen bersama. (ws)

Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pastigana

Post Terkait

Tinggalkan Komentar