Webinar The Journal Club Overview 7 tujuh Butir Deklarasi Yogyakarta 5th AMCDRR 2012

Webinar The Journal Club Overview 7 tujuh Butir Deklarasi Yogyakarta 5th AMCDRR 2012

Webinar The Journal Club Overview 7 (tujuh) Butir Deklarasi Yogyakarta 5th AMCDRR 2021

JAKARTA [ www.siaga.bnpb.go.id ] - Journal club kali ini Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Bapak Lilik Kurniawan, mengajak berbagai pihak untuk mendokumentasikan pencapaian dari Deklarasi Yogyakarta yang dihasilkan dalam AMCDRR ke-5 pada 2012 lalu. 

Tujuh butir dari deklarasi ini akan ditulis sebagai upaya menguatkan kembali kapasitas lokal dalam pengurangan risiko bencana (PRB). Butir pertama menyebutkan pentingnya integrasi antara upaya penanggulangan bencana dengan adaptasi perubahan iklim. 

Langkah ini juga diharapkan dapat melibatkan kalangan yang rentan dampak bencana seperti perempuan, anak-anak, lansia dan yang punya keterbatasan fisik. Kedua, konferensi menyatakan pentingnya kajian terhadap risiko finansial akibat bencana. 

Dukungan finansial mencukupi untuk masyarakat lokal perlu diupayakan dengan mengidentifikasi lembaga-lembaga yang potensial menjadi donor. 

Dalam butir ketiga, dinyatakan bahwa pengurangan risiko bencana perlu melibatkan komunitas lokal dan menguatkan tata kelolanya. 

Kearifan lokal perlu dipertimbangkan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Pentingnya membangun ketahanan masyarakat lokal menjadi butir keempat. 

Pembangunan sekolah dan rumah sakit tahan bencana, kapasitas sosial ekonomi dan infrastruktur tahan bencana diperlukan. AMCDRR ke 5 di Yogyakarta merupakan pertemuan kedua terakhir sebelum berakhirnya Hyogo Framework of Action (HFA) yang dinisiasi 2005 - 2015. 

Perlu dirancang strategi pengurangan risiko bencana setelah 2015. Pada butir kelima, negara-negara diminta untuk mengidentifikasi hal-hal yang akan dicapai pasca 2015 serta menyertakan cara-cara pengukuran yang efektif. 

Kemampuan pemerintah, keterlibatan publik dan pengetahuan masyarakat tentang bencana dievaluasi. Butir keenam menyatakan perlunya mengurangi faktor-faktor risiko bencana. 

Sementara, butir ketujuh menjelaskan pentingnya mengkaji isu lain dalam HFA, misalnya langkah pengurangan bencana yang inklusif. Bentuk dokumentasi berupa buku ini sebagai bentuk kerja keras terhadap gagasan untuk mengangkat konteks komunitas yang memiliki andil besar dalam pengurangan risiko bencana. 

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan menyampaikan, ini sebagai persiapan hingga tahun depan untuk menyambut Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022. 

GPDRR merupakan forum dua tahunan yang dihadiri para pemangku kepentingan dan penggiat kebencanaan, khususnya isu-isu PRB. Kegiatan yang dibentuk oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertujuan untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dan tren terbaru dalam PRB. Di samping itu, GPDRR juga sebagai platform terbesar di dunia untuk penanggulangan bencana dalam upaya meningkatkan PRB di dunia dengan saling bekerja sama dan berkoordinasi. (ws)


Share Berita

Dipost Oleh W Suratman

Staf Pusdalops BNPB

Post Terkait

Tinggalkan Komentar